Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

PENDAPAT SAYA MENGENAI PEREKONOMIAN DI INDONESIA

Ini adalah pendapat saya dalam menangapi Perekonomian di Indonesia dalam 4 periode :   Pada Masa Pemerintahan Orde Lama,     Pada Masa Pemerintahan Orde Baru,   Pada Masa Pemerintahan Transisi,   Pada Masa Pemerintahan Reformasi Hingga Kabinet SBY. Pertama Pada Masa Orde Lama, Menurut pendapat saya Perekonomian di Indonesia pada masa Orde Lama sangatlah buruk dan belum terlalu stabil karena pada masa Orde Lama masih banyak terjadi pemberontakan-pemberontakan disejumlah daerah.   Mungkin hal ini disebabkan karena Indonesia baru saja merdeka,dan emosi nasionalisme baik dari pemerintah maupun kalangan masyarakat masih sangat tinggi. Dan yang tidak kalah penting adalah karena Indonesia belum terlalu banyak melakukan hubungan kerjasama Perekonomian dengan kelompok Negara-negara Barat. Karena hal yang ingin ditonjolkan pertama kali oleh Negara Indonesia kepada kelompok Negara-negara Barat adalah “kebesaran bangsa” dalam bentuk kekuatan militer dan pembangunan proyek-proyek mercu

SEJARAH PEREKONOMIAN INDONESIA

Sejarah perekonomian Indonesia dapat dibagi menjadi 4 periode yakni: 1.     Pemerintahan Orde Lama(1950 – 1996) 2.     Pemerintahan Orde Baru (1966 – Mei 1998) 3.     Pemerintahan Transisi(Mei 1998 – November 1999) 4.     Pemerintahan Reformasi hingga Kabinet SBY(2000 – sekarang) Pemerintahan Orde Lama 1950–1965 Indonesia dilanda gejolak politik dalam negeri dan pembrontakan di sejumlah daerah seperti di Sumatera dan Sulawesi. Akibatnya selama pemerintahan orde lama, keadaan perekonomian Indonesia sangat buruk, walaupun sempat mengalami pertumbuhan dengan laju rata-rata per tahun hamper 7% selama decade 1950-an, dan setelah itu turun drastis menjadi rata-rata per tahun hanya 1,9% atau bahkan nyaris staflasi selama tahun 1965–1966. Tahun 1965 dan 1966 laju pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestic Bruto (PDB) masing-masing hanya sekitar 0,5% dan 0,6%. Selain laju pertumbuhan ekonomi yang menurun terus sejak tahun 1958 defisit saldo neraca pembayaran (BoP) dan defisit